Mitos “Versi Kedua”
Saya dan teman-teman saya punya satu mitos di dunia IT, yaitu software yang paling memenuhi kebutuhan adalah software versi kedua. Sebenernya ini mitos becandaan aja sih, tapi kalo dipikir-pikir ternyata banyak project software yang saya terlibat dalam pembuatannya jatuh kedalam mitos ini
Jadi apa sih mitos versi kedua itu ? Jadi kalau diperhatikan dalam pembuatan software yang berversi-versi, ternyata banyak software yang paling disukai oleh user adalah versi kedua (ini dalam asumsi dan pengalaman saya yang sedikit :p, jadi maaf kalo gak setuju). Kenapa ?? Hal ini mungkin karena developer biasanya di versi 1 hanya fokus dalam penyediaan fungsi-fungsi dasar dari sistem, intinya, yang penting ada dan jalan. Sewaktu dirilis, user biasanya banyak komplain dengan membetulkan fitur yang sebenarnya diinginkan sembari mengingatkan fitur-fitur “nice to have” yang diinginkan.
Nah pada versi kedua inilah developer biasanya membetulkan bug-bug dan kesalahan asumsi developer di versi 1 untuk di rilis di versi 2. Oleh karena biasanya versi 2 sudah sesuai dengan sebagian besar keinginan user, makanya versi ini biasanya jadi versi yang paling memuaskan.
Versi 3 ? Biasanya sih developer pada versi ini melakukan perbaikan bug di versi 2 (biasanya sudah sedikit sih), trus nambahin fitur baru yang biasanya eksperimental. Inilah permasalahannya, fitur baru ini mengulangi versi 1 : buggy dan gak sesuai dengan kebutuhan user. Makanya sebagian besar user akan bertahan dengan versi 2, kalau developernya mampu mengeluarkan versi 4, biasanya sih sudah terselamatkan, tapi mampukan developernya bertahan sampe versi 4 ?
Mungkin kalau saya sedikit maksa
fenomena ini bisa dilekatkan pada Microsoft Windows. Kalau diperhatiin, Windows 95 bisa dibilang versi pertama dari model Windows seperti itu. Banyak yang make, tapi ya memang fasilitasnya banyak yang asal ada dan jalan. Sewaktu Win 98 muncul, banyak bug Win 95 diperbaiki ditambah fitur-fitur nice to have lain. Sehingga versi ini banyak sekali penggemarnya. Versi selanjutnya ? Ya kita tau lah WinME. Kejadiannya trus berulanga di Win2000 (ver 1) ke WinXP (ver 2 kesayangan) trus ke Win Vista (ver 3), tapi untung ada Win 7 (ver 4), tapi nanti kita lihat bagaimana kemampuan Win 7.
Sebelum anda ngomongin soal “Second System Syndrom” yang dibahas dibuku The Mythical Man-Month, mitos versi kedua ini beda sih. Maksudnya gini, kalo second system syndrom kan di complete rewrite, kalo mitos versi ke 2 sih cuma rilis biasa dengan penambahan fitur dari base source code yang sama.
Ya begitu deh mitos versi ke 2, tapi kalau tidak setuju enggak apa-apa, ini kan hasil pengalaman saya dan teman-teman saya. Mungkin anda memiliki pengalaman yang berbeda. Tapi mitos ini cuma diuji di Software ya, jadi kalo anda memaksakan ke bidang lain seperti Istri ke 2 ato pacar ke 2, itu saya enggak ikutan :p















)