Microsoft Diundang Masuk TIK
Baru aja baca detik kalo Microsoft Diundang masuk Dewan Teknologi Informasi & Komunikasi. Pas baca saya langsung ketawa, soalnya saya sudah menduga sebelumnya. Tapi diundangnya Microsoft ini ke dewan TIK menurut saya adalah hal yang wajar, soalnya Microsoft adalah vendor software terbesar saat ini (ada yang mau bantah ?).
Tapi sebenernya masalahnya bukan soal diundangnya Microsoft apa enggak, tapi adakah pihak lain yang akan diundang oleh pemerintah untuk masuk dewan TIK. Kemudian kalo misalnya ngundang yang laen, apakah pihak lain tersebut setara sama microsoft (maksudnya masih vendor software propietary) ato pihak yang berseberangan (Open Source maksudnya). Kalo soal ngundang pihak lain, saya rasa bakalan ada pihak lain, tapi saya pikir kemungkinan adalah yang sejenis dengan Microsoft. Saya rasa SUN ato Cisco punya peluang besar (secara kedua perusahaan tadi lobinya gede banget ke banyak pejabat kita
:D :D)
Ya berharap aja ada pihak tandingan di dewan TIK, soalnya saya takutnya dewan TIK malah jadi kendaraan jualan perusahaan-perusahaan yang diundang masuk. (Soalnya baru-baru aja udah ketahuan, Microsoft langsung ngejar MOU pemakaian software Microsoft di pemerintahan)
Tapi permasalahan utamanya mungkin kita orang open source. Siapa sih tokoh opensource diindonesia yang bener-benar mewakili kalangan opensource ?? Sejauh yang saya lihat, orang yang diidentikan denga opensource adalah orang-orang yang gak punya kontribusi apa-apa ke opensource kecuali berkoar-koar ngomong kesana-kemari. Saya gak membantah kalo opensource butuh orang-orang seperti ini untuk mempromosikan, tapi kalo semua orang opensource indonesia cuma bisa ngomong (gak pernah punya bukti pernah do something untuk opensource) ya akhirnya selalu dipandang sebelah mata.
Ya mungkin belum saatnya bagi kita kalangan opensource Indonesia untuk berpartisipasi, ya memang karena kelemahan kita sendiri, tapi mulai dari sekarang ayo kita berbenah diri, supaya kita siap untuk ikut bertarung dimasa depan
depok();
November 29th, 2006 at 10:06 pm
sebenernya sih kalo saya perhatiin udah banyak juga orang indonesia yang punya kontribusi di dunia open source, sebut saja i made wiryana, budi rahardjo, dan para junker internet laenya. dan kalo diperhatiin susah juga nyari figur orang indonesia yang bener2 open source, toh karena ya open source itu cenderung ke komunitas. tapi kalo kita perhatiin, kebanyakan raksasa software udah mulai mengadopsi open source nih, sebut saja sun microsystem, yang baru2 ini ngebuka code engine java.
December 12th, 2006 at 12:07 am
Saya setuju. Saat ini memang sudah banyak orang Indonesia yang berkecimpung di dunia open source. Mungkin yang masih banyak kita butuhkan adalah organisasi-organisasi open source asli Indonesia yang bisa menjadi tempat berkumpulnya developer2 Indonesia. Tentunya, organisasi open source tersebut harus bisa menghasilkan software yang spektakuler bukan hanya di level Indonesia tapi juga di level dunia. Semoga Klorofil bisa menjadi salah satu organisasi tersebut.
December 12th, 2006 at 3:05 pm
Wah maksud saya begini, kalo pemerintah diindonesia mau implementasi opensource, apa ada organisasi yang bisa membimbing ? kan gak mungkin perorangan. Kemudian masalah pembuktian, produk/solusi apa yang pernah diajukan kalangan opensource indonesia ? Kebanyakan cuma implementasi project luar dan kesulitan untuk merubah menjadi solusi yang benar-benar dibutuhkan oleh orang indonesia