Archive for May, 2007
OpenSource, Hasil Ato Proses ?
Jujur saya sering heran kalo mendenger orang ngaku sebagai orang opensource karena udah nginstall program opensource di komputernya. Soalnya, apa bener kalo kita dah nginstall program opensource trus kita dah jadi bagian dari gerakan opensource ?
Opensource tuh bukan soal memakai produk-produk opensource (cmiiw). Bagi saya gak ada bedanya antara orang yang memakai software propitery sama orang yang pake software opensource. Saya gak bilang kedua-duanya salah loh, tapi saya melihat keduanya seperti orang yang beli makanan. Buat orang yang mampu, bisa beli makanan yang lebih mahal yang memang sesuai selera dia, buat orang yang gak mampu mungkin pilihannya jadi lebih sedikit (dari segi harga) tapi enggak berarti semua yang murah gak enak dan gak sesai selera loh. Jadi gak ada bedanya, sama-sama berusaha memenuhi kebutuhannya, gak beda.
Nah kalo menurut saya opensource itu bukan pada level itu, tapi pada level komunitas yang ingin memenuhi kebutuhan bersama dengan cara saling menyumbang ide, pemikiran, dan tenaga untuk mewujudkan hal-hal yang jadi kebutuhan bersama. Mungkin gotong-royong masyarakat indonesia adalah bentuk awal dari opensource. Makanya kalo kita masih pada level nuntut dan cuma pake, kita bukan masyarakat opensource, tapi masyarakt konsumen biasa.
Bangsa kita yang (katanya) ingin menggalakkan opensource, mungkin harus me-redefinisikan lagi opensource dari kamus kita. Kita hanya berorientasi pada hasil, yaitu harus terbuka sourcenya dan harus gratis, padahal source yang sudah terbuka itu juga tidak pernah dibuka apalagi dikembangkan.
Opensource tuh soal proses, bagaimana sih kebutuhan kita bisa kita penuhin dengan saling bekerja sama, saling mendukung dan saling menguntungkan. Bagusnya lagi kalo saling bekerja sama tadi bisa mempercepat pemenuhan butuhan kita dan penemuan tehnik-tehnik baru yang mungkin bisa meningkatkan kesejahteraan bersama.
Jadi jangan sampe lagi ada menteri (yang katanya) informatika nanya opensource sudah memberikan apa
mudah-mudahan menteri yang baru bisa lebih mengerti… (amin)