Kalau kita mau memperluas pandangan kita, ternyata kita tidak hidup sesimpel yang kita kira.

Setelah zoom out beberapa ratus kali :

(klik di image untuk liat versi yang lebih besar)
Share and Enjoy:These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
Terima kasih atas ilustrasi gambar yang menarik ini boss.
Really appreciated. Kalau ada presentasi open source, saya bisa gunakan ini sebagai salah satu contoh cara pandang kita dalam menyikapi open source.
Sukses selalu project-projectnya.
@Vavai
OK bos, ini emang ditujukan buat orang-orang yang sering nanyain kualitas aplikasi open source (termasuk temen saya yang kemaren :D) Ternyata sadar gak sadar kita semua pengguna open source tuh…
Wah, sepertinya sudah saatnya Mas Denny turun bicara di seminar open source nih
pertanyaan inti: bisakah internet hidup tanpa open source?
ternyata setelah di lihat arsitektur secara keseluruhan, di dominasi oleh open source.
Wah thanks mas Denny. Bravo untuk anda. Tidak jarang pendapat mas Denny ini menjadi referensi kerangka berpikir saya.
sekarang tinggal tunggu kiprah orang-orang indonesia di dunia opensource.
Wah, ada lagi yang lebih mendasar: DNS; sangat banyak server DNS memakai BIND yang juga open source.
Hehehehe cara neranginnya mirip dosen sayah.
Siapa yang pernah pake Linux? *hampir gak ada yang ngacung*
Siapa yang pernah pake google? *semua ngacung*
Cluster2nya google dibangun pake linux. Jadi sekarang, siapa yang belum pernah pake linux? *gak ada yang ngacung*
ilustrasi yang menarik
yah begitulah kenyataanya system operasi ataupun program open source, “tidak dirasakan” keberadaaanya, padahal memainkan peranan penting dalama kehidupan ber-internet
Sebetulnya cara pandang zoom out tersebut terlalu melakukan generalisasi. Contoh konkritnya, saya tidak peduli proxy server yang dipakai ISP saya Open atau CLosed Source atau pakai program jenis apapun, karena yang saya gunakan atau saya bayar adalah servicenya, bukan masalah dia mau pakai teknologi apa.
Jadi tidak bisa dibilang lalu saya pengguna Open Source karena proxy server ISP saya pakai Squid. Lebih baik dikatakan saya memakai jasa proxy server dari ISP saya, entah pakai software apapun tidak peduli
…yang jalan di perangkat keras closed source.
He…he…he…jangan tersinggung, pengguna FOSS juga disini.
loh…gitu toh pak?
weleh-weleh…hebat tenan open source….
maju terus open source indonesia
Rebut Piala Thomas dan Uber ^_^ V
Menarik-menarik, emang internet dunianya opensource
Btw, itu Internet harusnya warnanya merah buat konsistensi karena Internet itu sendiri adalah sebuah jaringan yang terbuka di mana setiap orang boleh masuk.
Great, ah, minta izin buat jadi wallpaper. Gambarnya keren.
didonlot dulu gambarnya….
Berarti dominasi Open Source semakin terlihat. Mudah-mudahan di masa depan, semua software yang beredar sudah Open Source. *terlalu muluk nggak?*
kalo semua di-opensource-kan, jadi semua mesti digratisin gitu ? terus dapet duit nya dari mana ???
#Iryanto,
Open Source tidak sama dengan gratis. Open source sesuai namanya adalah membuka kode sumber program. Open source juga bisa berbayar, baik dari sisi lisensi maupun dari sisi support. Contohnya adalah Zimbra Collaboration Suite, Mail server yang powerful yang tersedia dalam lisensi support komersil dan open source. Yang lainnya adalah Red Hat.