<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Evolusi Kebutuhan Manusia (Buat Yang Udah Masuk Ke Manajemen :D)</title>
	<atom:link href="http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/</link>
	<description>Gosipin IT Bareng Mas Denny Depok Yuk...</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 21:05:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Syafrudin Abi-Dawira</title>
		<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-4431</link>
		<dc:creator>Syafrudin Abi-Dawira</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 04:22:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://denny.klorofil.org/2008/05/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-4431</guid>
		<description>Soal Evolusi kebutuhan, yang dikemukakan dosen anda itu kan mengacu ke piramida Maslow (en.wikipedia.org/wiki/Maslow's_hierarchy_of_needs)

Kalau menurut saya, kalau keimanan kita tinggi dan sudah meluruskan niat kita bekerja menjadi seperti berikut ini:

1. Niat Utama: sebagai peran serta saya dalam mewujudkan "Rahmat Bagi Seluruh Alam" / â€œRahmatan Lil Alaminâ€.

2. Niat Tambahan: sebagai jalan memperoleh rizki yang halal dan berkah. 

Maka apapun pekerjaan kita, kita bisa langsung masuk ke jenjang Esteem atau Self-Actualization dalam piramida Maslow. :-) Sebaliknya, kalau keimanan kita rendah dan niat kita salah, apapun pekerjaan kita, kita hanya berhenti di jenjang jasmaniah dan keselamatan dalam piramida Maslow.

Penjelasannya ?

1. Jenjang Jasmaniah (bernafas, makan, minum, buang air, tidur, persetubuhan, homeostasis).

Betul bahwa pada umumnya kalau lapar orang tidak peduli. Namun ini kan teori dari orang sekuler. Kalau menurut saya, meski lapar kalau orang itu tinggi imannya dia akan tetap memelihara kesadarannya bahwa dia harus tetap mencari rizki yang halal berkah. Berkah selalu halal, tapi halal belum tentu berkah. 
Dia bisa tetap percaya (iman == percaya) bahwa takdir atas rizkinya itu sudah pasti. Apapun yang dia lakukan, berusaha ataupun berdiam diri, rizkinya akan sampai. Juga takdir atas umurnya, kalau memang sudah datang ajal, makan ataupun tidak makan, dia akan mati.
Jadi yang lebih dia persoalkan rizki yang dia peroleh halal atau tidak, berkah atau tidak, dan itu yang tergantung pada usahanya. Juga yang lebih dia khawatirkan adalah dia masih kurang dalam bersyukur atas rizki yang dia terima.
Kalau orang lain biasanya membandingkan diri dengan saudara, rekan, dan tetangga yang sudah "berkecukupan", sehingga muncul rasa "kekurangan", maka dia membiasakan diri membandingkan diri dengan yang masih kurang beruntung, sehingga dia selalui bisa merasa "berkecukupan".
Pada orang dengan keimanan tinggi, ketidakcukupan (secara obyektif) pada kebutuhan jenjang fisiologis tidak menjadi halangan bagi dia untuk berpikir pada tataran kebutuhan lebih tinggi.

2. Jenjang Keselamatan (keamanan badan, pekerjaan, sumber daya, akhlak, keluarga, kesehatan, kepemilikan harta)

Pada orang dengan keimanan tinggi, dia menyandarkan diri pada perlindungan Tuhannya, percaya bahwa tidak akan ada musibah menimpa dirinya tanpa ijin Tuhannya. Seperti halnya rizki, dia percaya pada garis takdir rizki, dan menganggap rizki itu tidak selalu berwujud uang. Terhindar dari musibah adalah rizki yang paling jarang orang sadari.
Dia percaya bahwa musibah yang dia terima merupakan teguran Tuhan atas kekhilafan, sengaja atau tidak, melanggar ketentuan Tuhan sekecil apapun. Jadi yang lebih dia persoalkan bagaimana menjaga diri dari kemungkinan dia berbuat khilaf, dan karena secara preventif, memperbanyak berbuat baik pada sekitar termasuk bersedekah, sebagai kafarat ("premi asuransi") atas kekhilafan yang sudah atau akan terjadi agar kekhilafan tersebut tidak mengundang teguran Tuhan berupa musibah.

3. Jenjang Cinta / Rasa Memiliki (persahabatan, keluarga, kemesraan lawan jenis)

Pada orang dengan keimanan tinggi, dia berprinsip untuk selalu membagi cinta, bukan karena untuk dibalas cinta, tapi karena agar dia dicintai Tuhannya. Dia percaya bahwa siapa yang dicintai Tuhannya akan dicintai segenap mahluk langit dan bumi.

Dengan pola pikir seperti di atas, maka urutan penjenjangan menjadi kurang relevan. Dan kita sejak mulai pertama kerja, sudah bisa mengatakan cita - cita kita bekerja untuk "Berguna Bagi Nusa, Bangsa, dan Agama" seperti yang diajarkan guru SD (atau TK ?) kita dulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Soal Evolusi kebutuhan, yang dikemukakan dosen anda itu kan mengacu ke piramida Maslow (en.wikipedia.org/wiki/Maslow&#8217;s_hierarchy_of_needs)</p>
<p>Kalau menurut saya, kalau keimanan kita tinggi dan sudah meluruskan niat kita bekerja menjadi seperti berikut ini:</p>
<p>1. Niat Utama: sebagai peran serta saya dalam mewujudkan &#8220;Rahmat Bagi Seluruh Alam&#8221; / â€œRahmatan Lil Alaminâ€.</p>
<p>2. Niat Tambahan: sebagai jalan memperoleh rizki yang halal dan berkah. </p>
<p>Maka apapun pekerjaan kita, kita bisa langsung masuk ke jenjang Esteem atau Self-Actualization dalam piramida Maslow. <img src='http://denny.klorofil.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Sebaliknya, kalau keimanan kita rendah dan niat kita salah, apapun pekerjaan kita, kita hanya berhenti di jenjang jasmaniah dan keselamatan dalam piramida Maslow.</p>
<p>Penjelasannya ?</p>
<p>1. Jenjang Jasmaniah (bernafas, makan, minum, buang air, tidur, persetubuhan, homeostasis).</p>
<p>Betul bahwa pada umumnya kalau lapar orang tidak peduli. Namun ini kan teori dari orang sekuler. Kalau menurut saya, meski lapar kalau orang itu tinggi imannya dia akan tetap memelihara kesadarannya bahwa dia harus tetap mencari rizki yang halal berkah. Berkah selalu halal, tapi halal belum tentu berkah.<br />
Dia bisa tetap percaya (iman == percaya) bahwa takdir atas rizkinya itu sudah pasti. Apapun yang dia lakukan, berusaha ataupun berdiam diri, rizkinya akan sampai. Juga takdir atas umurnya, kalau memang sudah datang ajal, makan ataupun tidak makan, dia akan mati.<br />
Jadi yang lebih dia persoalkan rizki yang dia peroleh halal atau tidak, berkah atau tidak, dan itu yang tergantung pada usahanya. Juga yang lebih dia khawatirkan adalah dia masih kurang dalam bersyukur atas rizki yang dia terima.<br />
Kalau orang lain biasanya membandingkan diri dengan saudara, rekan, dan tetangga yang sudah &#8220;berkecukupan&#8221;, sehingga muncul rasa &#8220;kekurangan&#8221;, maka dia membiasakan diri membandingkan diri dengan yang masih kurang beruntung, sehingga dia selalui bisa merasa &#8220;berkecukupan&#8221;.<br />
Pada orang dengan keimanan tinggi, ketidakcukupan (secara obyektif) pada kebutuhan jenjang fisiologis tidak menjadi halangan bagi dia untuk berpikir pada tataran kebutuhan lebih tinggi.</p>
<p>2. Jenjang Keselamatan (keamanan badan, pekerjaan, sumber daya, akhlak, keluarga, kesehatan, kepemilikan harta)</p>
<p>Pada orang dengan keimanan tinggi, dia menyandarkan diri pada perlindungan Tuhannya, percaya bahwa tidak akan ada musibah menimpa dirinya tanpa ijin Tuhannya. Seperti halnya rizki, dia percaya pada garis takdir rizki, dan menganggap rizki itu tidak selalu berwujud uang. Terhindar dari musibah adalah rizki yang paling jarang orang sadari.<br />
Dia percaya bahwa musibah yang dia terima merupakan teguran Tuhan atas kekhilafan, sengaja atau tidak, melanggar ketentuan Tuhan sekecil apapun. Jadi yang lebih dia persoalkan bagaimana menjaga diri dari kemungkinan dia berbuat khilaf, dan karena secara preventif, memperbanyak berbuat baik pada sekitar termasuk bersedekah, sebagai kafarat (&#8221;premi asuransi&#8221;) atas kekhilafan yang sudah atau akan terjadi agar kekhilafan tersebut tidak mengundang teguran Tuhan berupa musibah.</p>
<p>3. Jenjang Cinta / Rasa Memiliki (persahabatan, keluarga, kemesraan lawan jenis)</p>
<p>Pada orang dengan keimanan tinggi, dia berprinsip untuk selalu membagi cinta, bukan karena untuk dibalas cinta, tapi karena agar dia dicintai Tuhannya. Dia percaya bahwa siapa yang dicintai Tuhannya akan dicintai segenap mahluk langit dan bumi.</p>
<p>Dengan pola pikir seperti di atas, maka urutan penjenjangan menjadi kurang relevan. Dan kita sejak mulai pertama kerja, sudah bisa mengatakan cita - cita kita bekerja untuk &#8220;Berguna Bagi Nusa, Bangsa, dan Agama&#8221; seperti yang diajarkan guru SD (atau TK ?) kita dulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syafrudin Abi-Dawira</title>
		<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-4430</link>
		<dc:creator>Syafrudin Abi-Dawira</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 04:18:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://denny.klorofil.org/2008/05/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-4430</guid>
		<description>Soal jenjang karir struktural (manajerial) vs fungsional, sebetulnya ada kok jenjang karir fungsional. Kalau di PNS awalnya hanya berlaku untuk dosen dan guru. Seorang dosen, karirnya tetap bisa naik terus tanpa harus dia masuk ke jalur manajemen menjadi pejabat jurusan / fakultas / universitas. Kemudian jenjang karir fungsional diperkuat kedudukannya melalui PP 16/1994, dan kemudian diterapkan di banyak tempat seperti pustakawan, perawat, dokter, auditor, pranata humas, dan lain lain.
www.djpp.depkumham.go.id/inc/buka.php?d=1900+94&#38;f=pp16-1994.htm

Untuk bidang TI, jabatan fungsional pranata komputer sebetulnya sudah diperkenalkan sejak hampir dua dasawarsa lalu melalui SK MenPAN 25/1989, namun awalnya hanya diterapkan di BPS. Peraturan ini kemudian diperbarui dengan SK MenPAN 66/2003. Penjenjangan untuk prakom (pranata komputer) mencakup:
- Tingkat Terampil: Prakom Pelaksana Pemula (gol II/a), Prakom Pelaksana (gol II/b-II/d), Prakom Pelaksana Lanjutan (gol III/a-III/b), Prakom Penyelia (gol III/c-III/d).
- Tingkat Ahli: Prakom Pratama (gol III/a-III/b), Prakom Muda (gol III/c-III/d), Prakom Madya (gol IV/a-IV/c), Prakom Utama (gol IV/d-IV/e).
Jadi Prakom Utama itu setara jabatan struktural Eselon I.
www.deptan.go.id/pusdatin/fungsional/bps_prakom_2004.pps

Untuk bidang Engineering, juga sudah dikenal jabatan fungsional perekayasa (Engineer), dengan penjenjangan mencakup: Perekayasa Pratama (setara Engineer), Perekayasa Muda (setara Senior Engineer), Perekayasa Madya (setara Specialist Engineer), dan Perekayasa Utama (setara Principal Engineer).
sdm.bppt.go.id/Perek04.pdf

Kalau di perusahaan kami ada juga jenjang karir fungsional untuk engineering: Junior Engineer, Engineer, Senior Engineer, Expert, Senior Expert, dan Master Expert. Dalam pemeringkatan di HR, Senior Engineer setara Group Leader, Expert setara Manager, Senior Expert setara Senior Manager, Master Expert setara Director. Kalau sudah Master Expert berikutnya bisa menjadi VP R&#38;D lalu SVP R&#38;D, manajerial tapi karena R&#38;D, tetap lebih terasa engineeringnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Soal jenjang karir struktural (manajerial) vs fungsional, sebetulnya ada kok jenjang karir fungsional. Kalau di PNS awalnya hanya berlaku untuk dosen dan guru. Seorang dosen, karirnya tetap bisa naik terus tanpa harus dia masuk ke jalur manajemen menjadi pejabat jurusan / fakultas / universitas. Kemudian jenjang karir fungsional diperkuat kedudukannya melalui PP 16/1994, dan kemudian diterapkan di banyak tempat seperti pustakawan, perawat, dokter, auditor, pranata humas, dan lain lain.<br />
<a href="http://www.djpp.depkumham.go.id/inc/buka.php?d=1900+94&amp;f=pp16-1994.htm" rel="nofollow">http://www.djpp.depkumham.go.id/inc/buka.php?d=1900+94&amp;f=pp16-1994.htm</a></p>
<p>Untuk bidang TI, jabatan fungsional pranata komputer sebetulnya sudah diperkenalkan sejak hampir dua dasawarsa lalu melalui SK MenPAN 25/1989, namun awalnya hanya diterapkan di BPS. Peraturan ini kemudian diperbarui dengan SK MenPAN 66/2003. Penjenjangan untuk prakom (pranata komputer) mencakup:<br />
- Tingkat Terampil: Prakom Pelaksana Pemula (gol II/a), Prakom Pelaksana (gol II/b-II/d), Prakom Pelaksana Lanjutan (gol III/a-III/b), Prakom Penyelia (gol III/c-III/d).<br />
- Tingkat Ahli: Prakom Pratama (gol III/a-III/b), Prakom Muda (gol III/c-III/d), Prakom Madya (gol IV/a-IV/c), Prakom Utama (gol IV/d-IV/e).<br />
Jadi Prakom Utama itu setara jabatan struktural Eselon I.<br />
<a href="http://www.deptan.go.id/pusdatin/fungsional/bps_prakom_2004.pps" rel="nofollow">http://www.deptan.go.id/pusdatin/fungsional/bps_prakom_2004.pps</a></p>
<p>Untuk bidang Engineering, juga sudah dikenal jabatan fungsional perekayasa (Engineer), dengan penjenjangan mencakup: Perekayasa Pratama (setara Engineer), Perekayasa Muda (setara Senior Engineer), Perekayasa Madya (setara Specialist Engineer), dan Perekayasa Utama (setara Principal Engineer).<br />
sdm.bppt.go.id/Perek04.pdf</p>
<p>Kalau di perusahaan kami ada juga jenjang karir fungsional untuk engineering: Junior Engineer, Engineer, Senior Engineer, Expert, Senior Expert, dan Master Expert. Dalam pemeringkatan di HR, Senior Engineer setara Group Leader, Expert setara Manager, Senior Expert setara Senior Manager, Master Expert setara Director. Kalau sudah Master Expert berikutnya bisa menjadi VP R&amp;D lalu SVP R&amp;D, manajerial tapi karena R&amp;D, tetap lebih terasa engineeringnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: uwiuw</title>
		<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3840</link>
		<dc:creator>uwiuw</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 18:13:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://denny.klorofil.org/2008/05/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3840</guid>
		<description>hmm menarik jg...sy setuju dgn bagan diatas...perut itu ngak sepenting aktualisasi diri (hehhe lebih baik kena krisi lapar daripada krisis kepribadian :) )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm menarik jg&#8230;sy setuju dgn bagan diatas&#8230;perut itu ngak sepenting aktualisasi diri (hehhe lebih baik kena krisi lapar daripada krisis kepribadian <img src='http://denny.klorofil.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Denny Depok</title>
		<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3534</link>
		<dc:creator>Denny Depok</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 15:33:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://denny.klorofil.org/2008/05/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3534</guid>
		<description>@Rafki RS 

Memang model evolusi ini agak menyederhanakan masalah dan gak selalu bener :D Tapi kalo diliat mungkin ada kecendrungan untuk begitu terutama untuk level 1,2 dan 3 dari bawah.

Kalo di indonesia, orang yang megang jabatan untuk level teratas mungkin sama sekali gak pernah berevolusi ke level teratas, bahkan level yang bawahnya. Tapi bagus banget ada yang level 2 udah langsung berevolusi ke level 4 (harus di kloning ke daerah laen kalo perlu...)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Rafki RS </p>
<p>Memang model evolusi ini agak menyederhanakan masalah dan gak selalu bener <img src='http://denny.klorofil.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Tapi kalo diliat mungkin ada kecendrungan untuk begitu terutama untuk level 1,2 dan 3 dari bawah.</p>
<p>Kalo di indonesia, orang yang megang jabatan untuk level teratas mungkin sama sekali gak pernah berevolusi ke level teratas, bahkan level yang bawahnya. Tapi bagus banget ada yang level 2 udah langsung berevolusi ke level 4 (harus di kloning ke daerah laen kalo perlu&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rafki RS</title>
		<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3528</link>
		<dc:creator>Rafki RS</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 11:48:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://denny.klorofil.org/2008/05/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3528</guid>
		<description>Kurang setuju. Orang yang sudah sampai ditahap paling ataspun tetap masih memikirkan diri sendiri. Buktinya, isinya khan aktualisasi diri, ya pasti mikirin gimana diri sendiri jadi lebih nyata di pandangan orang lain. Buktinya, ditempat saya (Batam) wakil walikota saat ini, sebelum jadi wakil walikota mungkin masih di tingkat dua, tapi sudah langsung jadi pemimpin dan bersih sampai sekarang. BTW, piramidanya cukup menarik dan kreatif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kurang setuju. Orang yang sudah sampai ditahap paling ataspun tetap masih memikirkan diri sendiri. Buktinya, isinya khan aktualisasi diri, ya pasti mikirin gimana diri sendiri jadi lebih nyata di pandangan orang lain. Buktinya, ditempat saya (Batam) wakil walikota saat ini, sebelum jadi wakil walikota mungkin masih di tingkat dua, tapi sudah langsung jadi pemimpin dan bersih sampai sekarang. BTW, piramidanya cukup menarik dan kreatif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sambalewa</title>
		<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3521</link>
		<dc:creator>Sambalewa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 08:07:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://denny.klorofil.org/2008/05/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3521</guid>
		<description>Wah, Idenya menarik. saya suka analogi yang anda paparkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, Idenya menarik. saya suka analogi yang anda paparkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ollie</title>
		<link>http://denny.klorofil.org/2008/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3479</link>
		<dc:creator>Ollie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 15:21:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://denny.klorofil.org/2008/05/05/evolusi-kebutuhan-manusia-buat-yang-udah-masuk-ke-manajemen-d/#comment-3479</guid>
		<description>Great Post :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Great Post <img src='http://denny.klorofil.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
