Ternyata Kita Semua Pengguna Open Source
Kalau kita mau memperluas pandangan kita, ternyata kita tidak hidup sesimpel yang kita kira.

Setelah zoom out beberapa ratus kali :

(klik di image untuk liat versi yang lebih besar)
May 12th, 2008 | Category: Uncategorized
| Subscribe to comments | Leave a comment | Trackback URL
May 12th, 2008 at 4:18 pm
Terima kasih atas ilustrasi gambar yang menarik ini boss.
Really appreciated. Kalau ada presentasi open source, saya bisa gunakan ini sebagai salah satu contoh cara pandang kita dalam menyikapi open source.
Sukses selalu project-projectnya.
May 12th, 2008 at 4:22 pm
@Vavai
OK bos, ini emang ditujukan buat orang-orang yang sering nanyain kualitas aplikasi open source (termasuk temen saya yang kemaren :D) Ternyata sadar gak sadar kita semua pengguna open source tuh…
May 12th, 2008 at 4:28 pm
Wah, sepertinya sudah saatnya Mas Denny turun bicara di seminar open source nih
May 12th, 2008 at 4:29 pm
pertanyaan inti: bisakah internet hidup tanpa open source?
May 12th, 2008 at 5:22 pm
ternyata setelah di lihat arsitektur secara keseluruhan, di dominasi oleh open source.
Wah thanks mas Denny. Bravo untuk anda. Tidak jarang pendapat mas Denny ini menjadi referensi kerangka berpikir saya.
May 12th, 2008 at 5:33 pm
sekarang tinggal tunggu kiprah orang-orang indonesia di dunia opensource.
May 12th, 2008 at 6:48 pm
Wah, ada lagi yang lebih mendasar: DNS; sangat banyak server DNS memakai BIND yang juga open source.
May 12th, 2008 at 6:57 pm
Hehehehe cara neranginnya mirip dosen sayah.
Siapa yang pernah pake Linux? *hampir gak ada yang ngacung*
Siapa yang pernah pake google? *semua ngacung*
Cluster2nya google dibangun pake linux. Jadi sekarang, siapa yang belum pernah pake linux? *gak ada yang ngacung*
May 12th, 2008 at 8:20 pm
ilustrasi yang menarik
yah begitulah kenyataanya system operasi ataupun program open source, “tidak dirasakan” keberadaaanya, padahal memainkan peranan penting dalama kehidupan ber-internet
May 12th, 2008 at 9:01 pm
Sebetulnya cara pandang zoom out tersebut terlalu melakukan generalisasi. Contoh konkritnya, saya tidak peduli proxy server yang dipakai ISP saya Open atau CLosed Source atau pakai program jenis apapun, karena yang saya gunakan atau saya bayar adalah servicenya, bukan masalah dia mau pakai teknologi apa.
Jadi tidak bisa dibilang lalu saya pengguna Open Source karena proxy server ISP saya pakai Squid. Lebih baik dikatakan saya memakai jasa proxy server dari ISP saya, entah pakai software apapun tidak peduli
May 12th, 2008 at 9:38 pm
…yang jalan di perangkat keras closed source.
He…he…he…jangan tersinggung, pengguna FOSS juga disini.
May 13th, 2008 at 7:45 am
loh…gitu toh pak?
weleh-weleh…hebat tenan open source….
maju terus open source indonesia
Rebut Piala Thomas dan Uber ^_^ V
May 13th, 2008 at 12:13 pm
Menarik-menarik, emang internet dunianya opensource
May 13th, 2008 at 12:44 pm
Btw, itu Internet harusnya warnanya merah buat konsistensi karena Internet itu sendiri adalah sebuah jaringan yang terbuka di mana setiap orang boleh masuk.
Great, ah, minta izin buat jadi wallpaper. Gambarnya keren.
May 13th, 2008 at 1:40 pm
didonlot dulu gambarnya….
May 15th, 2008 at 5:52 pm
Berarti dominasi Open Source semakin terlihat. Mudah-mudahan di masa depan, semua software yang beredar sudah Open Source. *terlalu muluk nggak?*
June 26th, 2008 at 7:23 pm
kalo semua di-opensource-kan, jadi semua mesti digratisin gitu ? terus dapet duit nya dari mana ???
June 26th, 2008 at 7:31 pm
#Iryanto,
Open Source tidak sama dengan gratis. Open source sesuai namanya adalah membuka kode sumber program. Open source juga bisa berbayar, baik dari sisi lisensi maupun dari sisi support. Contohnya adalah Zimbra Collaboration Suite, Mail server yang powerful yang tersedia dalam lisensi support komersil dan open source. Yang lainnya adalah Red Hat.
August 23rd, 2008 at 10:13 pm
Bikin diagramnya pakai software apa boss?
August 25th, 2008 at 9:36 am
Kreatip
September 4th, 2008 at 11:20 am
Menarik dan menggelitik terutama setelah menerima berbagai sanggahan dan kelucuan dari para pemakai gambar PC dengan keterangan “Kamu Di Sini”
Zimbra Colaboration Suite itu memang OpenSource dan free buat sampai jumlah user tertentu, namun yang namanya open source investasinya di hardware dan waktu buat mengubah OpenSource atau Community edition jadi 100% percis yang Enterprise edition (yang berbayar)