Stop Dukung Mahasiswa Rusuh !!!
Definisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah terpelajar, sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna.
Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa ? Memang harapan ini terbagi pada stratanya, yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu konsep, dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan sesuatu yang berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3 diharapkan mampu menyumbang ilmu baru bagi bidangnya.
Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan oleh mahasiswa. Yaitu dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa harus melakukan analisa terhadap masalah itu. Mencari bahan pendukung untuk lebih memahami permasalahan tersebut. Kemudian memunculkan alternatif solusi dan memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan pada akhirnya harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih ke orang lain untuk mempertanggung jawabkan pemilihan solusi tersbut.
Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah kenaikan harga BBM yang menekan kehidupan masyarakat banyak. Apakah permasalahan tersebut sudah di analisa ? Apakah data-data pendukung untuk analisa permasalah sudah dikumpulkan dan dimengerti. Apakah sudah pernah muncul berbagai alternatif solusi ? Apakah sudah dipilih solusi yang akan diambil ? Apakah solusi tersebut dapat dipertanggung jawabkan ?
Kalau solusi yang ditawarkan adalah membakar ban di tengah jalan, memblokir jalan, melempari polisi dengan batu dan bom molotov, merusak pagar pembatas tol, membakar mobil plat merah, dan berdemo di rumah sakit untuk memaksa dokter berbicara (walau sudah tau untuk membunyikan klakson pun diharamkan), saya tidak yakin itu solusi yang keluar dari seorang bahkan sekumpulan mahasiswa dari lintas universitas.
Tapi kalau memang hanya itu solusi yang ditawarkan, mungkin kita perlu meredefinisikan (atau mereduksi ?) arti mahasiswa….
Stop Dukung Mahasiswa Rusuh !!!
July 2nd, 2008 at 10:38 pm
Sekarang ini kayaknya mahasiswa itu senang diidentikkan dengan demo. Padahal yang namanya mahasiswa itu harus identik dengan intelektual.
Kok rasanya aneh, denger orang2 kecil yang mungkin gak sekolah bisa bikin pembangkit listrik dengan menggunakan kincir air didesanya. Terus ada orang bengkel disuka bumi yang bisa membuat alat untuk menghemat bbm. Ada juga orang yang miskin, yang gara2 gak mampu beli minyak/gas, dia bisa bikin alat untuk menghemat masak dengan kompor yang diciptakannya sendiri.
Harusnya ini yang ditawarkan oleh mahasiswa. Bukannya malah demo, bakar ban bekas, lempar bom molotov, bakar mobil. Aduh… PARAH!!