The Denny Depok

The Denny Depok

Gosipin IT Bareng Mas Denny Depok Yuk…

The Denny Depok RSS Feed
 
 
 
 

Stop Dukung Mahasiswa Rusuh !!!

Definisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah terpelajar, sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna.

Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa ? Memang harapan ini terbagi pada stratanya, yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu konsep, dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan sesuatu yang berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3 diharapkan mampu menyumbang ilmu baru bagi bidangnya.

Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan oleh mahasiswa. Yaitu dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa harus melakukan analisa terhadap masalah itu. Mencari bahan pendukung untuk lebih memahami permasalahan tersebut. Kemudian memunculkan alternatif solusi dan memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan pada akhirnya harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih ke orang lain untuk mempertanggung jawabkan pemilihan solusi tersbut.

Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah kenaikan harga BBM yang menekan kehidupan masyarakat banyak. Apakah permasalahan tersebut sudah di analisa ? Apakah data-data pendukung untuk analisa permasalah sudah dikumpulkan dan dimengerti. Apakah sudah pernah muncul berbagai alternatif solusi ? Apakah sudah dipilih solusi yang akan diambil ? Apakah solusi tersebut dapat dipertanggung jawabkan ?

Kalau solusi yang ditawarkan adalah membakar ban di tengah jalan, memblokir jalan, melempari polisi dengan batu dan bom molotov, merusak pagar pembatas tol, membakar mobil plat merah, dan berdemo di rumah sakit untuk memaksa dokter berbicara (walau sudah tau untuk membunyikan klakson pun diharamkan), saya tidak yakin itu solusi yang keluar dari seorang bahkan sekumpulan mahasiswa dari lintas universitas.

Tapi kalau memang hanya itu solusi yang ditawarkan, mungkin kita perlu meredefinisikan (atau mereduksi ?) arti mahasiswa….

Stop Dukung Mahasiswa Rusuh !!!

2 Responses to “Stop Dukung Mahasiswa Rusuh !!!”

  1. 1
    Audi:

    Sekarang ini kayaknya mahasiswa itu senang diidentikkan dengan demo. Padahal yang namanya mahasiswa itu harus identik dengan intelektual.

    Kok rasanya aneh, denger orang2 kecil yang mungkin gak sekolah bisa bikin pembangkit listrik dengan menggunakan kincir air didesanya. Terus ada orang bengkel disuka bumi yang bisa membuat alat untuk menghemat bbm. Ada juga orang yang miskin, yang gara2 gak mampu beli minyak/gas, dia bisa bikin alat untuk menghemat masak dengan kompor yang diciptakannya sendiri.

    Harusnya ini yang ditawarkan oleh mahasiswa. Bukannya malah demo, bakar ban bekas, lempar bom molotov, bakar mobil. Aduh… PARAH!!

  2. 2
    NARARYA RAHADYAN B:

    setuju banged om!!!

    saya sebenarnya malu sebagai mahasiswa melihat fenomena komunitas saya..
    bukan sombong tapi sedikit bercerita, setelah Ospek tawaran berbagai organisasi massa kampus berdatangan, tapi satu persatu saya tolak, alasannya tidak lain tidak bukan adalah perasaan ill fll yang banget banget pada yang namanya ormas di kampus.

    terserah anggapan orang apa, namun kita berbicara fakta bahwa yang sering muncul di media dengan berujung aksi anarki adalah para organisator di lingkungan kampus.

    definisi mahasiswa sendiri adalah komunitas terkecil dalam masyarakat yang memiiliki citra intelektual yang tinggi ( meski sekarang diragukan terutama moralnya ), apalagi para aktivis yang berpengalaman dan punya skill lebih dibanding mahasiswa umum, namun kenapa aksinya memalukan??

    ampunnnnnn..,

    apapun yang menjadi kegiatan penyetopan aksi2 mahasiswa rusuh, mahasiswa tak bermutu, mahasiswa tak bermoral..kami siap DUKUNG!
    komunitas kami bisa berjumlah berlipat-lipat jika hanya dibanding dengan “mahasiswa modal urat leher”

    kita mencari cara yang lebih elegan untuk memperbaiki kondisi bangsa yang sedang dilanda multi krisis.

    HIDUP mahasiswa!!!

Leave a Reply