The Denny Depok

The Denny Depok

Gosipin IT Bareng Mas Denny Depok Yuk…

The Denny Depok RSS Feed
 
 
 
 

Cloud Computing dan Masa Depan OpenSource

Minggu-minggu kemarin, di saat kita sibuk dengan liburan panjang kita, ada kejadian di dunia IT yang sangat menarik tetapi sayang seperti terlewatkan oleh kita yang sedang telena oleh liburan. Kejadian itu dimulai saat CEO Micosoft Steve Balmer (ato lebih tepatnya komedian microsoft :D ) mengumumkan bahwa bulan ini Microsoft akan merilis OS baru dengan nick name Windows Cloud.

 

Belum jelas sih sebenernya Windows Cloud itu kayak gimana, apakah Windows 7 yang didengung-dengungkan dari dulu ato OS yang bener-bener baru yang selama ini dikejakan secara rahasia oleh Micosoft. Tapi yang pasti dengan kata-kata Cloud yang dipakai pada nickname tadi membangkitkan eforia tentang Cloud Computing yang memang secara tidak sadar sudah merasuk ke kehiduan kita.

 

Apa sih sebenernya Cloud Computing (CC) ? Kalo mau cari di internet, pasti banyak kerancuan tentang CC, mulai dari grid computing, utility computing, cluster sampe super computer. Saya ambil yang paling sederhana aja, CC adalah internet :D . Maksudnya gini, CC adalah arsitektur komputasi yang begitu kompleks, dengan banyak entitas yang terlibat saling terhubung lewat jaringan dimana satu entitas memberikan layanan kepada entitas lain. Konsep ini sebenernya udah lama banget muncul, tapi naik daun lagi semenjak jaringan komputer yang kita punya semakin cepat sehingga medistribusikan proses ke banyak entitas (yang sering kita gak tau ada dimana) jadi gak masalah.

 

Sebenernya sih gak ada masalah dengan rencana Windows Cloud tadi, bukannya banyak perusahaan seperti amazon, google dan yahoo sudah menerapkan dan menyediakan aplikasi yang masuk ke kategori CC dari dulu. Keadaan memanas saat Richard Stallman mengatakan bahwa CC adalah sebuah kebodohan, bahkan lebih parah dari kebodohan.

 

Inti dari keberatan Stallman adalah CC memungkinkan vendor-vendor besar untuk melock user untuk menggunakan service mereka dan memaksa orang untuk membayar. Contohnya gini, dengan CC maka yang dibuka adalah akses ke servicenya, sedangkan kodenya bisa ditutup oleh vendor (karena semua proses berjalan di komputer vendor). Vendor pada awal rilis bisa menggratiskan servicenya, tapi saat orang sudah sangat tergantung dengan service mereka, maka vendor dapat tiba-tiba meminta bayaran yang tinggi. 

 

Memang sampai saat ini belum ada vendor yang sampai begitu, tapi ada beberapa vendor yang sebenarnya sudah agak mengkhawatirkan. Contoh terbesar adalah SourceForge.net. Pada awal berdirinya sourceforge, kode sumber dibuka sehingga orang yang tidak mau menghost project opensource mereka bisa menaruh di provider lain. Tapi sudah beberapa tahun ini kode sourceforge ditutup, agak ironis juga sih, hosting opensource terbesar malah menutup kodenya.

 

Mungkin anda bisa bilang “Kan yang penting gratis !”. Itulah kesalahannya. Karena banyak project opensource sudah begitu tergantung dengan sourceforge, mereka membiarkan (atau karena ketidaktahuan ?) sourceforge merubah user agreementnya menjadi membolehkan sourceforge untuk mempergunakan kode yang dihosting di sourceforge tanpa batas (baik keperluan maupun waktu pemakaiannya), tanpa mengharuskan sourceforge memberikan kontribusi balik dengan tidak mengindahkan tipe license yang dipergunakan.

 

Tentu aja kalo mau jeli google dan yahoo juga melakukan hal tersebut. Jadi selain mengambil keuntungan dari iklan, user agreement google dan yahoo memberi peluang vendor-vendor tadi untuk mengambil keuntungan dari data-data kita yang ada diserver mereka. Tapi mungkin anda masih bisa bilang “Yang penting gratis dan fiturnya memenuhi kebutuhan saya”. Disini saya cuma mo mengingatkan tentang freedom berkomputasi kita, bukan sekedar kebutuhan terpenuhi.

 

Walaupun sebagian besar saya setuju terhadap pendapat Stallman, tapi saya melihat CC mungkin tidak bisa dihindari. Dengan melambatnya perkembangan hardware komputer (coba inget sudah berapa lama dipasaran prosesor yang tersedia cuma speed 1.4Ghz - 3Ghz), mungkin peningkatan skala komputasi kita dimasa depan adalah dengan CC ini. Saya malah memandang CC membuka banyak kesempatan dan inovasi-inovasi baru yang belum terpikirkan dari dulu. Memang sedikit mengancam opensoource, tapi  dengan sedikit adaptasi, opensource pasti mampu menjawab tantangan dari CC.

 

Kalo dulu opensource tuh kayak gotong royong, mungkin dimasa depan opensource perlu jadi kayak koperasi. Maksudnya beberapa orang berkumpul untuk bahu-membahu bangun aplikasi yang mereka perlu trus mungkin perlu ada iuran untuk membiayai resource yang emang perlu dibayar seperti server dan bandwidth. Tapi bedanya sama CC yang disediain vendor,  di koperasi opensource ini ada demokrasi tentang apa yang mo dibuat, mo dicapai dan bagaimana mencapainya. Tentu aja hasilnya servis yang bisa dipakai dengan harga yang sangat terjangkau mungkin gratis kalo ada sponsor-sponsor yang mau ikutan.

4 Responses to “Cloud Computing dan Masa Depan OpenSource”

  1. 1
    jenggo:

    Hampir sebagian besar saya setuju dengan postingan diatas..
    Cuma saya pribadi agak keberatan dengan “melambatnya perkembangan hardware”, memang kalau melihat dari kecepatan prosessor tidak berubah semenjak Pentium 4 dulu tapi bila dilihat dari sisi perkembangan teknologi prosessor baru kita pahami bahwa Ghz bukan lagi tolak ukur kecepatan sebuah prosessor, apa saja teknologi yang dipakai menjadi tolak ukur kehebatan sebuah prosessor, dan itu terus berubah dan berkembang.

  2. 2
    Denny Depok:

    Memang mas, sekarang mainnya ke multicore processor. Sebelum ketemu meterial baru yang lebih cepet tapi masih feasible secara harga kayaknya sih main di penambahan core. Tapi kalo disisi client penambahan core tidak berbanding linier dengan total kecepatan processing. Apalagi kali dilihat, kecepatan komputer client sepertinya sudah memuaskan banyak pihak (kecuali yang pake vista :D ). Makanya banyak yang scale up pake model cloud computing.

  3. 3
    kholis:

    cukup mencerahkan mas..
    tp saya masih rancu apa bedanya dengan grid computing?

    thanks.

  4. 4
    sufehmi:

    Computing power saat ini sebetulnya sudah Overkill :) Banyak sekali yang masih menggunakan Pentium 4 klasik dan tidak merasa perlu untuk upgrade.

    Jadinya yang memerlukan lebih dari itu tentu perlu melirik ke solusi lainnya. Muncullah cluster / cloud computing / distributed computing / dst.

    Setuju bahwa kita jangan melihat CC seperti silver bullet. Itu tidak ada.
    Seperti dengan semua keputusan lainnya, pemilihan suatu jenis teknologi harus selalu berdasarkan alasan-alasan yang jelas. Apalagi jika ada resiko data lock-in, maka ini harus benar-benar dipertimbangkan.

Leave a Reply