Indosat: Bayar Dikasir Harus Tambah 5 Ribu, WTF ???
Selamat !!!!
Buat anda pelanggan pasca bayar indosat, bulan april nanti anda mendapat hadiah yang sangat istimewa, yaitu anda diharuskan membayar Rp. 5000 apabila anda melakukan pembayaran di kasir. Ya betul… Anda yang sudah setia menjadi pelanggan indosat, yang mana indosat tidak perlu mengeluarkan iklan milyaran rupiah untuk menjaring anda seperti menjaring pelangggan prabayar, Anda yang ARPU (rata-rata pembayaran tiap pelanggan) jauh lebih tinggi dibandingkan pelanggan pasca bayar, Anda yang membayar rate jauh lebih tinggi dari pada pelanggan lain diharuskan menambah pembayaran anda lebih tinggi lagi saaat anda menyetorkan uang ke kas indosat saat anda membayar tagihan Anda.
Yup, betul sekali. Saya juga baru tahu hari ini saat membayar tagihan saya di kasir. Mulai dari tiket antrian sampai slip pembayaran mencantumkan pemberitahuan kalau mulai bulan depan kita harus membayar Rp. 5000 apabila kita membayar di kasir.
Saya tidak habis pikir alasan apa yang membuat indosat mengambil langkah yang sangat tidak populer tersebut. Pertama begini, pelanggan pasca bayar adalah pelanggan yang membayar lebih tinggi dari pelanggan lain. Tagihan saya minimal Rp. 110 ribu perbulan karena saya pelanggan internet. Bandingkan dengan teman-teman saya pelanggan pra bayar yang rata-rata dibawah Rp. 100 ribu perbulan. Kalau logika sehatnya, pelanggan yang membayar lebih banyak biasanya mendapat fasilitas yang lebih baik.
Kedua, penyediaan sarana pembayaran seperti kasir adalah tugas dasar indosat, Ya wong orang mo ngasih duit ke indosat kok malah dipersulit sendiri sama orang yang mo nerima duit.
Ketiga, saya lebih suka bayar dikasir karena selama ini surat tagihan jarang sekali datang. Akhirnya kalau kita mo bukti pembayaran secara tertulis ya otomatis harus ke kasir, karena indosat sering lalai mengirimkan surat tagihan tertulis.
Keempat, sekarang kualitas indosat turun drastis. Sudah banyak kan blog yang mengulas tentang jeleknya kualitas jaringan indosat terutama internetnya. Disaat saya menyabarkan hati untuk tetap sebagai pelanggan indosat, eh indosat malah menimbulkan alasan baru yang makin menambah alasan untuk menghentikan langganan saya. Mana fasilitas tambahan untuk pelanggan pasca bayar hampir tidak ada, kalah dengan fasilitas pelanggan prabayar.
Pasti anda ada yang dalam hati membela indosat, karena hal ini mirip dengan di bank. Tapi ingat, keadaan antara teler bank dan kasir indosat jauh berbeda. Pertama, antrian di galeri indosat yang pernah saya alami hampir tidak ada. Jumlah maksimal antrian yang pernah saya alami adalah 2 orang. Coba bandingkan dengan teler bank. Kedua, teler bank enggak pernah nge-charge untuk orang yang ngasih uang ke bank, cuma untuk pengambilan. Masa ini kita mo ngasih uang ke indosat malah dipersulit.
yang paling masuk akal adalah indosat melakukan hal ini karena investasi untuk fasilitas pembayaran lewat bank cukup tinggi. Makanya perlu dilakukan rangsangan supaya orang pindah bayar lewat bank. Tapi apakah pelanggan yang bank-nya belum didukung indosat harus dipersulit ?? (seperti saya ini yang memilih bank karena alasan ideologis). Ini sama halnya pemerintah buat jalan tol yang nyaman. Tapi yang disuruh bayar adalah orang yang enggak lewat jalan tol, bukannya yang lewat tol.
Akh… gak habis-habis deh alasan gak masuk akalnya….. Lagian selama ini kasir indosat cuma satu orang yang kerjanya enggak terlalu berat. Kalo orang disuruh banyar agar pindah ke bank, apakah kasirnya akan di eliminir ??? gak mungkin kan, kan masih ada kegiatan lain yang harus lewat kasir.
Dan akhirnya yang cuma masuk akal adalah indosat membuat pos pemasukan baru lewat pelanggannya. Bayangin misalnya jumlah pelanggan pascabayar indosat mencapai 2 juta orang, trus pelanggan yang membayar lewat kasir adalah 1 juta orang, maka pendapatan tambahan indosat adalah 5 milyar perbulan. Hmmm…. tapi ini sebenernya masih kecil sih untuk ukuran perusahaan sekelas indosat.
Yah gitu deh, padahal saya dulu sempet berdoa, supaya perusahaan busuk yang menggunakan kata-kata ‘Indo’ cuma indosiar aja, tapi kayaknya sebentar lagi indosiar ada temennya nih… :nohope: :nohope: :nohope:
March 18th, 2009 at 2:59 am
He..he..he.. mo nambahin lagi, galeri indosat tuh servis point paling jelek diantara operator lain. Gedungnya biasanya kumuh, Biasanya alat absensi karyawannnya ditaro di ruangan tempat kustomer menunggu —> agak malu-maluin sih. Trus yang pertama menangani kustomer yang komplain adalah satpam, padahal satpam harusnya jaga keamanan dan harus bertampang serem, beda jauh sama kustomer servis yang emang sudah dilatih. Yah tapi sama aja sih, kustomer servis indosat emang yang paling jutek diantara operator telekomunikasi lain….
March 18th, 2009 at 3:35 am
menurut saya, lepas dari urusan pentarifan pra/pascabayar, total cost (capex+opex) untuk pengadaan sistem pembayaran manual (lewat kasir) dalam jangka panjang malah lebih tinggi daripada online.
perkiraan kasar saja, untuk sistem pembayaran manual, perlu menyediakan bujet untuk :
-gaji sekian orang plus insentif, health insurance, dll.
-pelatihan
-alokasi ruang kantor untuk kasir
dengan sistem pembayaran online, biaya investasi besar di awal, untuk melakukan integrasi dengan bank, tetapi dalam jangka panjang lebih menguntungkan karena biaya operasional minimum.
March 18th, 2009 at 7:41 am
wakakakakaka
puas deh… beneran puas…
ni isat makin ancur sejak diambil negeri onta
fyi gw bikin groupnya di facebook
http://www.facebook.com/group.php?gid=66614908652
March 18th, 2009 at 8:25 am
Makanya…, perusahaan koq dikasi ke negeri gurun…. Mana punya etika mereka.
March 18th, 2009 at 10:11 am
Wah, gile. Kalau bayar lewat e-banking kena lima rebu gak? Jangan-jangan lima rebu itu charge buat lihat CS-nya, hehehehe.
March 18th, 2009 at 12:00 pm
Eh, ngga usah kaget gitu loh.
Sebagai contoh, di Belanda, kalau ke Bank, lalu mengambil uang lewat kasir … kena biaya tambahan:)
Sedangkan kalau melakukan di ATM, gratis.
Ya, begitulah, kalau menggunakan jasa manuasia, ada biaya tambahan.
Ini hal yang umum kok, biasa aja.
March 18th, 2009 at 8:47 pm
@kupret
Ya elah, enggak usah ke belanda di indonesia kalo mo ngambil uang dibawah 5 juta di kasir bank bayar biaya tambahan.
Tapi alasannya kenapa ? karena antrian di teller bank biasanya panjang, makanya dibuat kayak gitu. Coba deh liat antrian kasir di galeri indosat. Kemaren gw jam 4 dapet nomer 82. Jadi rata-rata perjam cuma belasan orang gitu. Kasirnya malah kebanyakan duduk-duduk doang !
Kalo di hapus kasirnya enggak mungkin, soalnya banyak kegiatan lain yang perlu kasir seperti yang mo ganti kartu. Jadi hasilnya kebijakan ngecharge customer cuma untuk mengefektifkan investasi pembayaran online + nambah income indosat secara enggak fair.
March 20th, 2009 at 7:26 pm
Nggak ikut komentar soal Indosatnya sendiri ah.
Tapi menyingkat nama Indonesia jadi Indo (Indocement, Indosiar, Indomie) itu nggak pas, dan nggak berasa Indonesia. Malah berasa India. Nesia — kepulauan — adalah karakteristik geografis negara kita, yang kebetulan dekat India, dan jadi disebut Indonesia.
July 31st, 2009 at 3:36 am
sepertinya yang menerapkan pembayaran tambahan seperti itu tidak di Indosat saja… setahu saya di Bank BNI juga sekarang klo mengambil tunai dari tellernya, kena charge juga… maka nya disarankan via ATM…
April 13th, 2010 at 9:50 pm
Indosat busuk. Sekali busuk ya tetap busuk! hehehe