The Denny Depok

The Denny Depok

Gosipin IT Bareng Mas Denny Depok Yuk…

The Denny Depok RSS Feed
 
 
 
 

Kenapa Jalan Tol Bisa Macet

Jalan tol yang kita kenal dengan jalan bebas hambatan ternyata tidak lepas dari macet. Kadang kita bertanya kenapa kenapa jalan yang tidak memiliki satu faktor apapun yang dapat menghambat laju mobil malah sering  mengalami kemacetan. Jawaban standar yang biasanya kita dapat adalah ada kecelakaan. Tapi kadang kita mengalami kemacetan di jalan tol pada satu titik tertentu, ternyata tidak ada apa-apa kemudian lancar lagi. Biasanya sih orang bilang itu kecelakaan dan korban kecelakaan sudah dipindahkan. Ternyata anggapan itu salah, karena jalan tol tidak memerlukan kecelakaan untuk menjadi macet. Bahkan faktor kecil saja dapat membuat jalan tol macet.

Untuk jelasnya, mari kita simulasikan sebagai berikut. 

Misal dijalur satu yaitu truk yang paling depan berkecepatan 70Km/Jam, mobil merah yang dibelakangnya 75Km/Jam.  Mobil dijalur 2 yaitu mobil hitam, kuning dan biru berkecepatan hampir sama yaitu 90Km/jam. Mobil merah hendak mendahului truk dengan berpindah kejalur satu. Mobil merah tidak akan bisa tiba-tiba mencapai kecepatan 90, misalnya hanya mencapai 80Km/jam. Karena melihat mobil merah ada didepannya dengan kecepatan lebih rendah, maka mobil hitam akan menurunkan kecepatannya maksimal sama dengan kendaraan merah, tetapi biasanya mobil dibelakangnya akan mengambil kecepatan aman yaitu dibawah 80, mungkin sekitar 75.

Mobil kuning yang melihat mobil hitam mengurangi kecepatan, maka akan ikut mengurangi kecepatan, biasanya dibawah kecepatan mobil hitam. Mobil biru pun demikian akan mengurangi kecepatan dibawah kecepatan mobil kuning. Apabila kita buat diagram hubungan antara penurunan kecepatan dibandingkan dengan jaraknya ke kendaraan penyebab penurunan kecepatan dapat digambarkan sebagai berikut :

Bisa dilihat perbedaan kecepatan mobil-mobil bagian depan akan tinggi sedangkan mobil-mobil dibagian belakang akan memiliki perbedaan kecepatan yang sedikit. Pada akhirnya keseluruhan mobil akan berkurang kecepatannya 15% sampai 40% dari kecepatan awal. Semakin besar perbedaan kecepatan antara mobil merah dengan mobil hitam akan membuat penurunan kecepatan keseluruhan akan semakin besar. Apalagi mobil merah berpindah secara tiba-tiba, maka penurunan kecepatan tersebut akan makin besar, bahkan memungkinkan mobil yang bagian belakang menurunkan kecepatan sampai berhenti. Apabila ada satu mobil yang berhenti, maka semua mobil dibagian belakangnya akan berhenti sehingga menimbulkan kemacetan.

 

Jadi apabila anda mengalami kemacetan di jalan tol, maka anda akan mengalami kemacetan sampai titik mobil pertama yang menurunkan kecepatan sampai berhenti, selanjutnya akan lancar, dan anda bingung mengapa jalan tol bisa macet. Sedangkan tersangka utama yang menyebabkan kemacetan sudah jauh entah dimana.

 

Solusi untuk kemacetan model ini adalah, pertama sudah tidak layak jalan tol memiliki jalur hanya 2, minimal 3, lebih baik lagi kalau 4. Solusi selanjutnya adalah mengubah papan pengumuman pembagian jalur yang menyebutkan “Lajur kiri untuk kendaraan lebih lambat, Lajur kanan untuk mendahului/kendaraan lebih cepat”. Hal ini dikarenakan lambat/cepat adalah ukuran relatif. Pengemudi yang biasa membawa kendaraaanya 40Km/jam akan merasa kecepatan 70Km/jam adalah sangat cepat. Akan tetapi pengemudi yang biasa membawa kendaraan 60Km/jam akan merasa kecepatan 70 dijalan tol adalah sangat lambat. Oleh karena itu perlu diubah menjadi : “Jalur 1 untuk kendaraan dibawah 70Km/jam, Jalur 2 untuk kendaraan 70-100Km/jam, jalur 3 untuk kendaraan diatas 100Km/jam”.

 

(Nb. semua data-data angka diatas adalah karangan penulis :D -bisa disebut data yang 68% benar (c)om roy-  tetapi penjelasan diatas adalah mungkin valid,  Tulisan ini dibuat karena penulis sering kesal melihat kelakuan para pengemudi di tol cipularang jakarta-bandung. Terutama pengemudi plat B, yang biasanya hanya dengan kecepatan 80/90Km/jam langsung pindah ke jalur paling kanan, kalau diberi kode biasa-nya tidak mau memberi jalan karena merasa mobilnya paling cepat)

11 Responses to “Kenapa Jalan Tol Bisa Macet”

  1. 1
    roi:

    Bener banget, makanya ada peraturan kecepatan jalan tol minimal 60 km/jam, tapi sering dilanggar.
    Kalo yang di Cipularang itu sih, saya juga sering ngalamin, mereka itu biasanya mau nyusul mobil lain di depan mereka, yang jaraknya cukup jauh (minimal sekitar 15 meter kedepan), dan nggak mau ngalah buat ngasih jalan….

  2. 2
    nomercy:

    setahu saya sih memang dalam peraturannya berbeda jalur berbeda pula kecepatan minimumnya. yang menjadi masalah adalah kebiasaan orang yang sering sekali memanfaatkan jalur lainnya hanya untuk menyalip kendaraan lain. dan seperti mas @roi bilang seringkali pula sudah tahu jalurnya untuk kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi tetapi malah tidak mau berpindah ke jalur yg lebih lambat.
    semua ini kan menggambarkan bahwa sifat dan moral orang kita (khusunya para pengendara, dan tidak semuanya) masih sesuka hatinya tidak peduli sama lingkungan dan orang di sekitarnya …

  3. 3
    sufehmi:

    Tidak mau macet di jalan tol mas ? Gampang - gunakan jalur paling kiri :D

    Apalagi di Cipularang. Ampun betul saya - truk dengan kecepatan cuma 40 km/jam saja tetap di jalur kanan.

    Kesian jalur kirinya sering kosong. Mubazir.
    Ya sudah, saya pindah kesitu saja :D

  4. 4
    pebbie:

    siapa bilang

    jalan tol = jalan bebas hambatan.

    itu doktrin waktu jaman orde baru, yang betul

    jalan tol = jalan berbayar (bayar dulu baru lewat)

    namanya jalan pasti bisa macet.

    hehehe

  5. 5
    Affan:

    Pengennya kalau di jalan tol kayak gitu naik truk nya Optimus Prime aja pak, kalau kesel ngelihat mobil2 itu lambat, berubah aja jadi Optimus Prime, langsung injek aja itu mobil ama truk :D

  6. 6
    erry tarman:

    Jalan tol dirancang untuk kecepatan antara 60-100 km/jam, kalau tol dalam kota max 80 km/jam (cmiiw), kalau kita di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam berada dijalur paling kanan, teorinya seharusnya kita tidak disalib/disusul oleh kendaraan lain, karena kita sudah di speed limit. Akan tetapi yang kita alami adalah orang ingin bisa sekencang-kencangnya, klo bisa mentok speedo meternya kenapa ngak, sehingga walau kita sudah speed limit (100 km/jam) tetapi kendaraan dibelakang kita juga dengan sangat arogannya menyalakan lampu/memberi kode ingin menyusul kita……inilah yang saya rasakan mengendarai kendaraan di freeway, dimana walaupun jalanan sepi tetapi kalau sudah dipatok batas kecepatan 100 km/jam ya segitulah kecepatan mobil kita tinggal tekan cruise control kecepatan tidak akan melebihi batas max, karena semua taat hukum (takut ditilang pjr dibalik bukit dengan speed gun nya, maupun kamera speed limit/yang dipasang terutama di perempatan jalan dalam kota). Teori anda mungkin memang betul, tetapi saya menyoroti masalah speed limit berkendara di jalan tol yang tidak dipatuhi/tidak dimengerti oleh sebagian pengguna jalan tol. Selain itu juga masalah tidak adanya penegakan hukum untuk masalah ini, walaupun kadang kita lihat spanduk dari pengelola jalan tol yang mengatakan bahwa “jalan tol ini dalam pengawasan batas kecepatan”, tetapi prakteknya ya tetap saja…..EGP.

    OK

    erry tarman

  7. 7
    R. Iqbal:

    Yang penting jangan lewat bahu jalan :)

  8. 8
    Abu Yazid:

    Emang Omm denny mau ngapain sampe kesel begituh ? :D
    Kayanya hipotesa ini berasa banget tiap hari, start km 11 dst menuju cikampek jam 22.00 ke atas epridei, apa lagi jumat.
    Satu lagi yang sedikit miss…perbaikan sedikit ajah bisa bikin antrian kilometer, ya pak.

  9. 9
    lee:

    Jalan Tol sering keliru diartikan. jalan tol itu jalan yang dibiayai oleh tol nya itu sendiri, memang merupakan jalan bebas hambatan,, tapi tidak bisa langsung diartikan menjadi jalan bebas macet.. jalanan biasa kalau semua pengemudi tertib dan tidak berhenti seenaknya juga bisa mengurangi kemacetan.. :)
    jadi teraturlah berkendara di jalan.

  10. 10
    ooo:

    mendingan seperti di jerman aja ya…semua serba ada rambunya

    dr mulai MAX.40km/jam

    MIN 40km/jam, MAX 70km/jam

    sampe klo ga ada batas kecepatan macam highway…di tulis “NO LIMIT”

  11. 11
    Dandy:

    sempat liat acara dialog di JakTV , bahwa bebas hambatan yang dimaksud di dalam jalan ruas tol antara lain:
    > bebas dari hambatan lampu merah *iya bener sih ga ada lampu merah di dalam ruas jalan tol *
    > bebas dari hambatan persimpangan *ga ada pula persimpangan di dalam ruas jalan tol, kalo ada persimpangan maka dibuatkan flyover ato underpass*
    > Bebas hambatan dari dua Jalur *dibuatkan median pemisah, ga seperti jalan umum yang bisa satu jalan tuk 2 jalur*
    > Minimal memiliki 2 lajur untuk setiap Jalur
    > dan lain-lainnya ….

    Jadi kalo mo bebas macet di ruas jalan tol, bisa juga dimulai dengan mengganti dulu peraturannya. Mungkin ga yah ? (wondering)

Leave a Reply