Kenapa Membenci Flash ?
Saya mengikuti beberapa forum IT, walau biasanya cuma baca-baca aja.. Ada satu pernyataan yang selalu muncul secara berkala, yaitu tentang kebencian sebagian besar member terhadap flash. Alasan yang paling sering dikemukakan adalah flash memakan memori, membuat browser jadi lambat bahkan sering crash. Dan alasan lain yang sering terdengar yaitu flash adalah platform tertutup dimana membangun aplikasi diatas flash sangat berbahaya sebab membuat ketergantungan yang mungkin membahayakan dimasa depan.
Saya sih biasanya enggak begitu tertarik mengomentari. Tapi hari ini, ada satu pertanyaan yang sedikit memaksa saya untuk berkomentar. Pertanyaan tersebut adalah “Apakah anda membenci Flash ? Kemudian untuk developer flash/flex, apa alasan anda memakai flash ?”
Sebenernya pertanyaannya standar, dan rata-rata jawabannya juga standar, yaitu sebagian besar membenci flash. Oleh karena itu saya jadi ikutan berkomentar, dan untuk menjangkau komunitas yang lebih besar, jawaban tersebut saya post di blog ini.
Saya tidak membenci flash. Kenapa ? Karena saya adalah developer yang berkerja diatas platform tersebut (dan mencari nafkah dengan platform itu dalam beberapa tahun ini ). Itu alasan terjujurnya :D Alasan lainnya adalah, apakah ada solusi lain SAAT INI yang bisa menyamai kemampuan flash ? Kata-kata saat ini perlu saya pertegas sebab alasan yang paling sering muncul adalah “Kenapa enggak pakai HTML 5 ?”. Yup HTML 5 adalah standar yang bagus, tapi apakah SAAT INI HTML 5 sudah siap ?
Sebenarnya saya sudah bertahun-tahun membangun aplikasi web kompleks dengan menggunakan HTML (+ tag canvas) + javascript + CSS. Mimpi saya selama membangun aplikasi web komplek tersebut adalah memiliki fasilitas untuk kompilasi, bahasa pemrograman yang lebih modern dan transmisi kode dalam bentuk binary terkompresi. Buat yang sudah sering mrogram dengan javascript, pasti tau dong bagaimana susahnya mencari error kalau javascript anda sudah ribuan baris. Ato bagaimana susahnya mengenkapsulasi data/fungsi memakai javascript yang prototyping itu (jangan sampe ada yang bilang javascript itu object oriented loh !!!). ato bahkan pusingnya melihat library javascript anda sudah ratusan kilobyte walaupun sudah memakai script cruncher. setelah saya berpindah ke flex/flash, sebagian besar keinginan saya sudah terpenuhi.
Flash lama loadingnya ? Itu sebenarnya bukan kesalahan flash, tapi karena developer yang membuat aplikasi flash tidak memakai strategi yang tepat untuk load resource. Contohnya mengembed semua gambar kedalam binari flash, padahal kalau dia mau memisahkan gambar-gambar tersebut, bisa mendapatkan keuntungan caching dari browser dan proxy.
Flash berat ? Yup, flash berat… hal ini dikarenakan proses yang dikerjakan oleh flash biasanya berat, contohnya animasi. Kalau anda membuat animasi dengan menggunakan javascript pun browser pasti terasa berat. Bahkan jauh lebih berat daripada versi flashnya. Kalau mau ringan, ya jangan ada animasi, buat halaman web pure text + gambar. Jadi terserah anda, mau pilih yang interaksinya beragam tapi berat, atau ringan dengan interaksi terbatas.
Flash ngebuat crash ? Yup betul, terutama versi lama setahun-dua tahun lalu. Waktu flash 10 pertama kali keluar, memang terasa Adobe mengeluarkan produk yang belum jadi, mungkin karena tuntutan pemasaran. Tapi saat ini menurut saya sudah stabil.
Flash ngebuat komputer hang di Mac/Linux ? Yup betul sekali. Versi lama flash memang dioptimasi untuk berjalan di windows. Sehingga di platform Unix/Linux sering menyebabkan CPU terlalu sibuk. Tapi coba update langsung dari Adobe, jangan cuma install dari rpm/deb/tgz/pkg bawa CD installer. Kalau menurut saya sih sudah lumayan.
Flash tidak mendukung Hardware acceleration ? Yup seperti teknologi diatas web lainnya hardware acceleration belum didukung oleh flash saat ini. Tapi menurut informasi dari http://www.trustedreviews.com/software/news/2009/06/02/Adobe-Bringing-GPU—Hardware-Acceleration-to-Flash/p1 mungkin awal tahun depan kita sudah menikmati harware acceleration di flash (dan semakin melengkapi fasilitas 3D di flash)
Flash tidak opensource ? Yup betul sekali. Tapi free kan ? Apa bedanya dengan kita memakai browser safari ? Ato dengan kita pakai WinAmp ? Ato dengan java sampai versi 1.5 (sebelum di open oleh SUN) ? Ato orang yang memakai .NET ? Kalau anda mengkritik flash karena bukan opensource, konsistenlah dengan kritik anda terhadap produk free lain. Tapi jujur dalam hati saya kalau flash di open pun paling kontribusi terbesar pasti masih dari adobe, sama halnya dengan chromium (opensourcenya google chrome) diamana kodenya sudah terbuka tapi masih banyak orang komplain kenapa google belum build chromium untuk linux.
Flash tidak jalan di iPhone ? Ini mungkin karena alasan politik antara adobe dengan apple. Tapi solusi tengah antara adobe dengan apple sudah muncul, bisa dilihat di https://www.adobe.com/iphone
Jadi intinya sih nilai saat ini yang perlu di pentingkan. Flash memang tidak sempurna, tapi untuk saat ini merupakan solusi yang paling feasible untuk aplikasi web kompleks. Apakah HTML 5 bisa menggantikan flash ? Kemungkinan besar iya. Tapi HTML 5 perlu dibangun dahulu. Para vendor browser harus membuat library-libaray terkait untuk melengkapi dukungan fasilitas HTML 5. Kalau anda sanggup menunggu sampai HTML5 keluar dengan stabil, silakan. Atau kalau anda sedikit smart, bisa membuat aplikasi diatas flash dengan abstraksi yang netral, jadi bisa di pindah platform. Sebagai informasi Javascript masa depan diproyeksikan sebagai superset dari Actionscript (bahasa pemrograman flash)
Point penting lagi adalah, mohon bedakan antara ketidakmampuan developer aplikasi dengan kelemahan flash, sebab seringnya yang dikomplain oleh user bukan disebabkan oleh flash-nya tapi oleh developer aplikasinya yang tidak smart untuk menggambil strategi. Ini bisa terjadi di semua platform.
Tapi jangan-jangan kalau HTML 5 sudah mature dan banyak animasi menggunakan canvas, addon yang diperlukan bukan cuma sekedar FlashBlock, tapi juga CanvasBlok
November 4th, 2009 at 12:34 am
Saya salah satu yang membenci flash karena 2 alasan
1. Flash lebih banyak dipergunakan untuk hal2 yang secara pribadi saya rasakan kurang berguna. ie. iklan, game2 mini. Memang bisa dibuat untuk hal2 lain yang jauh lebih berguna, tapi untuk SAAT INI, cuma ke arah itu fungsi utamanya.
2. bagaimanapun juga web bagi saya pribadi gunakan untuk melihat isinya. Saya malas harus diwajibkan memasang plugin2 dll sebelum bisa melihat keseluruhan.
Bonus:
3. Bagi SEO mania, content flash memang canggih, tapi tidak bisa diindex.
November 4th, 2009 at 1:28 am
pakai istilah gratis saja mas, jangan free
November 4th, 2009 at 9:09 am
Tanggapan untuk My 2 Cents..
1.
betul, memang flash kebanyakan digunakan untuk hal2 yang kurang berguna, sama seperti HTML kebanyakan digunakan untuk hal-hal yang kurang berguna, atau javascript yang juga kebanyakan digunakan untuk hal-hal yang kurang berguna…
tapi lihat sekarang, bahkan Google yang “kata orang” paling anti dengan Flash pun sekarang mulai banyak menggunakan Flash…
2.
Saya yakin dibrowser anda kini sudah terinstal Flash Player. memang betul Flash Player adalah plugin …. (dan saya sangat benci plugin) …. tapi flash player adalah plugin yang paling umumu dan telah terinstal di 99% browser yang terhubung dunia maya (setidaknya itulah yang dikatakan oleh Adobe)…
Jadi rasanya aneh bila sekarang anda punya browser tapi ndak punya Flash Player, itu seperti pakai baju tapi ga pake celana….
3.
Walaupun blm sempurna, namun Flash sudah bisa diindex oleh Google… dan Bing juga akan menyusul sebentar lagi..
November 4th, 2009 at 11:21 pm
@Rizal Akbar:
HTML kurang berguna? Saya kurang mengerti. Bila Javascript kurang berguna, saya bisa mengerti dari sisi anda. Tapi setidaknya control pengguna untuk Javascript ada di tangan. Namun saya belum mendapatkan pencerahan untuk control content flash yang loading di belakang layar dan play tiba-tiba.
Hype 99% Adobe mungkin ada benarnya. Andapun benar bahwa saya memakai flash player di komputer pribadi saya. Walaupun begitu tidak semua pengguna mau menggunakan flash player untuk setiap situs yang dikunjungi. Saya akan meninggalkan Gmail, Facebook, NYTimes, Kompas jika mereka mewajibkan saya memakai Flash untuk bisa mengakses content mereka. Angka ajaib di atas *mungkin* dikarenakan situs seperti Youtube dan video hosting service lainnya.
— http://tinyurl.com/a8f9eg
Saya hanya pengguna biasa, bukan pengembang flash, bukan pula javascript fanatics. Tapi jika anda mengatakan kalo tidak pake Flash = “pakai baju tapi gak pake celana”, maka saya bisa mengatakan bahwa analogi tersebut lebih cocok dipakai untuk javascript. Di web, saya bisa hidup tanpa plugin flash tapi tidak bisa hidup bila browser saya di “javascript disabled”.
Well ini 2 cents saya mas.
November 5th, 2009 at 4:38 am
Wah memang dari awal saya menduga akan banya pertentangan soal post ini
Kalau dari saya, semua yang dipergunakan secara berlebihan akan menyebalkan, termasuk flash dan teknologi lainnya. Flash saat ini cuma dipakai untuk iklan dan game kecil ? Well itu mungkin bagi sebagian besar orang yang enggak tau aja sih, kalau sudah mencoba aplikasi Adobe Air yang mulai booming, sebagian besar dibangun dengan flash
Beberapa project terakhir saya dibangun dengan menggunakan flex/flash untuk aplikasi internal, jadi memang dari awal enggak memikirkan apakah akan di index oleh google atau tidak. Dari semua project tadi hampir semua client amazed ternyata aplikasi web bisa se-interaktif dan se-responsif tersebut. Mungkin kalau cuma untuk nampilin teks gak perlu, tapi aplikasi web internal perusahaan biasanya bukan cuma sekedar nampilin teks.
Intinya sih semua teknologi kalau dipergunakan dengan tepat akan memberikan hasil yang maksimal. Jangan membatasi orang lain untuk mempergunakan sebuah teknologi karena anda skeptis terhadap teknologi tersebut. Lagian kalau flash tidak pernah muncul, mungkin javascript engine sekarang enggak akan secepat sekarang, karena kurangnya tuntutan. Setelah flash membuka banyak kemungkinan diaplikasikan ke web, mulai terpikirkan oleh vendor browser untuk membuat javascript engine yang cepat, tag canvas dan lain-lain.
November 6th, 2009 at 3:07 am
pake silverlight? ini jauh lebih ‘open’ dari flash…
halangannya hanya satu, ini produk M$, tapi ini free dan open
November 28th, 2009 at 8:03 am
wah, banyak kontroversi yah, tapi saya setuju dengan mas denny, pemakaian teknologi dengan tepat akan memberikan hasil yang maksimal. Ngomong2 soal silverlightnya mas diditho, apa SL bisa di host di hosting linux ? apa fleksible dengan PHP atau bahasa pemrograman lain ? untuk flash saya rasa sudah sangat baik, tapi sekali lagi gunakanlah dengan tepat kapan akan memakai flash, dan kapan tidak perlu memakai flash
December 13th, 2009 at 6:36 am
sebetulnya nggak banyak yg membenci flash itu ?, mas Denny salah sih nanya-nya, nanyanya ke milis yg notabene isinya power user smeua
coba tanya nya kpd end user, mereka nggak terlalu peduli koq, yg penting bagi mereka teknologi apa yg bisa memberi manfaat baginya pada SAAT INI
saya kadang heran kpd para “power user”, terlepas dari berbagai alasan teknis yg dikemukakan untuk membenci suatu produk, ada berbagai kemiripan daripada produk2 tsb mengapa dibenci
1. produk tsb pemimpin pasar
2. pesaingnya tertinggal jauh
3. dimiliki oleh perusahaan
anehnya produk yg bukan pemimpin pasar walaupun punya kelemahan sangat mendasar, jarang untuk dibenci oleh power user, seperti HTML 5, fiturnya mungkin memanng menjanjikan, tapi hal yg paling mendasar seperti “bisa tidaknya untuk dipakai saat ini” tidak terpenuhi
March 10th, 2010 at 7:30 am
sebetulnya gampang… munafik banget kalo mereka gak butuh flash… kalo saya sih butuh semuanya, kalo sampai menjelekkan salah satu, kayaknya sudah masuk dalam kategori fanatik berlebihan.
lagian omong kosong kalo orang tiap hari browsing gak ketemu ma flash… dimana2 banyak flash di berbagai website, itu bukan sesuatu yang mudah dihindari. saya yakin dalam hati mereka juga menikmati animasi flash, walaupun itu hanya iklan.
kalo saya berpikirnya sederhana aja, mereka membenci flash karena jiwa seni (menggambar, animasi dll) mereka kurang. jadi gak heran mereka merasa frustasi dengan flash.
July 1st, 2010 at 6:46 pm
Wah, setuju banget nih…
Versi yang terbaru yaitu 10.1 sudah menjawab semua pertanyaan tentang flash itu lambat dan sebagainya, juga hardware accelerated juga udah di-fix-kan..
Jadi gak bakalan kalah deh sama HTML5
coba liat di rilis notenya
http://kb2.adobe.com/cps/838/cpsid_83808.html
July 8th, 2010 at 4:11 am
pertimbangan apakah akan menggunakan tool tertentu bergantung kepada banyak faktor dan kadang tool yang digunakan juga berubah seiring dengan perubahan dari faktor-faktor tertentu, jadi ya memang itu bukan sesuatu yang fixed.
bener juga kali tu mas rendy, jd gitaris hard rock ky saya kl jiwa seninya ndak ada ya sampe kiamat kurang sehari juga tetep ndak bisa flash