Apa Sih Artinya IT Buat Kita ?
Selama beberapa hari saya dijakarta, saya bertemu dengan beberapa orang dan terlibat dalam diskusi yang cukup menarik. Menariknya adalah, pertama tema besar dalam beberapa diskusi tersebuat adalah apa sih peran IT buat kita, khususnya buat organisasi atau perusahaan. Hal yang menarik kedua adalah dalam pembicaraan tersebut terkesan saya menjadi pihak diluar IT (loh kok bisa ???
).
Jadi begini, bila ditanya apa sih peran IT buat hidup perusahaan, anda akan menjawab apa ? Ya jawabannya tentu tergantung dari latar belakang dan bidang kerja anda. Tapi dari kemarin, kebanyakan jawaban yang saya terima adalah IT adalah jantung dari perusahaan saat ini.
Hmm…. saya sadar sih orang-orang yang saya ajak diskusi kebanyakan berasal dari dunia IT, tentu aja kebanyakan jawaban pasti membela IT. Apalagi pemakaian IT saat ini sudah masuk ke hampir semua lini perusahaan. Semua perusahaan modern saat ini sudah pasti memiliki komputer, dan sebagian besar perusahaan tersebut menjalankan suatu sistem IT tertentu untuk pelaksanaan operasional perusahaan. Jadi jawaban diatas tentu masuk akal dong !
Memang masuk akal, tapi jujur dalam hati saya tidak bisa menerima pernyataan kalau IT adalah jantung perusahaan. Kenapa ??? Karena saya melihat IT sebagai katalis, bukan sebagai jantung. Apa bedanya ? Tentu aja sangat berbeda. Kalau kita memandang ITsebagai jantung perusahaan, tentu aja perusahaan gak bisa beroperasi tanpa IT. Sedangkan kalau kita memandang IT sebagai katalis, tanpa IT, perusahaan tetap bisa jalan, tapi mungkin dalam rate kecepatan yang lebih lambat.
Contohnya begini, industri yang banyak menggunakan IT adalah perbankan. Mungkin sebagian besar orang bilang kalau IT di dunia perbankan adalah jantung dari industri. Tapi apa benar tanpa IT perbankan tidak bisa hidup. Ya tentu aja bisa, ingat aja kalau perbankan sudah ada jauh sebelum komputer pertama ditemukan. Tapi tentu aja dengan IT, maka client yang dilayani bisa teramat sangat jauh lebih banyak dan dengan pelayanan yang jauh lebih baik.
Tapi yang menjadi fokus saya sebenernya bukan masalah istilah IT tuh jantung perusahaan atau sebagai katalis. Tapi lebih pada implikasi yang dibawa pada pandangan tadi. Kalau kita memandang IT sebagai jantung, maka kita akan terbawa untuk menahan operasional perusahaan sampai sistem IT yang dimaksud siap. Akan banyak timbul kekhawatiran kalau operasional perusahaan akan kacau sebelum ITnya dinyatakan siap.
Sedangkan kalau kita melihat IT sebagai katalis, yang saya harapkan adalah perusahaan dan ITnya berkembang dan berevolusi secara bersamaan. Kenapa ? Karena perkembangan di perusahaan akan mengarahkan perkembangan sistem IT yang dibutuhkan, dan sebaliknya perkembangan IT bisa membuka ide-ide dan kesempatan baru buat perusahaan untuk berekspansi pada sektor-sektor baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Jadi ada proses belajar terus menerus yang dilakukan secara bersamaan dari pihak manajemen dan IT perusahaan.
Keyakinan inilah yang membuat saya tidak percaya pada konsep menjual produk di dunia IT. Kenapa ? Karena saya yakin produk yang dijual hanya akan cocok untuk satu perusahaan pada satu waktu tertentu. Tapi tentu saja saat ini banyak produk di dunia IT, tapi kalau kita lihat kebanyakan produk jatuh pada 3 kategori. Pertama produk generik, yaitu produk yang berfungsi untuk menangani kegiatan yang sangat umum, biasanya prosesnya sederhana dan dipakai perorangan, contohnya word processor, image editor dan spreadsheet. Kedua adalah produk untuk membuat produk lain, contohnya database server dan web server. Ketiga adalah produk kostumisasi, maksudnya harus dikostumisasi lagi sebelum dipakai (menghapuskan arti produk itu sendiri, tapi seenggak-enggaknya proses ke tahap siap diharapkan jauh lebih cepat).
Untuk sistem IT kompleks di perusahaan yang melibatkan banyak pihak/aktor dan banyak proses bisnis dalam lingkungan yang dinamis tentu saja arti dari produk jadi tidak signifikan, fungsi katalis semakin menonjol. Makanya saya sering mengernyitkan dahi mendengar ada orang yang membeli software untuk perusahaannya secara beli putus (tidak antisipasi perubahan ?). Atau agak terdiam ada developer yang mengeluh karena scope softwarenya berubah-ubah. Kenapa ? Bukannya sudah seharusnya software perusahaan di bangun dengan mindset akan mengalami perubahan ? Bukannya pasti akan ada proses saling belajar dari pihak manajemen dan pihak IT dalam perjalanan pembangunan sistem.
Anda boleh setuju atau tidak setuju terhadap tulisan saya ini. Tapi mohon dipikirkan kembali apa sih fungsi IT sebenarnya untuk kita. Saya tidak mengajak berpikir praktis atau hip atau yang lagi ngetrend sesuai dengan perkembangan jaman sekarang, tapi mencoba menggali asal mula fungsi IT yang sebenarnya, ya mudah-mudahan kita bisa melihat secara jernih, luas dan jauh kedepan tentang guna IT supaya pembangunan sistem IT di perusahaan bisa jauh lebih efektif dan efisien sehingga pemakaiannya bisa jauh lebih memuaskan (ya seenggak-enggaknya sebanding dengan uang yang dikeluarkan untuk membangun sistem IT tersebut)
(sok serius banget ya ngomongnya ? he..he..he.. tapi siapa tau jadi ada yang nawarin posisi manager IT :p )

March 10th, 2010 at 12:47 am
Jika perusahaan masih kecil maka umumnya IT hanyalah enabler (katalis, istilah Anda).
Tapi jika perusahaan besar maka umumnya IT adalah cardiovascular.
Hari gini bank gak pakai IT gak akan jalan. Anda mau nabung di bank yg gak pakai IT?
Hari gini airlines gak pakai IT gak akan jalan. Anda mau terbang dgn airlines yg gak jelas schedulenya gara2 schedulenya masih diketik di mesin tik?
March 10th, 2010 at 4:35 pm
Hmmm… tapi sebelum komputer ada industri perbankan dan industri transportasi udara sudah jadi industri yang besar kan ? Dan IT datang untuk mempermudah, memperbaiki layanan, meningkatkan layanan dan mendatangkan keuntungan yang jauh lebih baik. itu kata kuncinya.
Tapi seperti dari awal saya bilang, saya tidak fokus ke istilahnya, tapi implikasinya. Kebanyakan orang yang memandang IT terlalu penting sehingga tidak sadar kalau IT itu perlu perkembang sesuai dengan kondisi manajemennya, maunya harus tiba-tiba seperti ITnya Bank of America, ato Google ato Facebook, tanpa sadar kalau IT diperusahaan tadi juga berevolusi sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut. Mungkin kalau anda mengembangkan IT anda sendiri akhirnya akhan sangat berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan anda.
August 11th, 2010 at 9:19 am
I introduced myself to tobacco when I was 14 years old. That ended up the dumbest wrong move I’ve made. Now 30 years down the road and I’ve got chronic copd. While looking to stop smoking, I discovered the smokeless cigarette and will try it out. With luck, it will assist me with this lousy addiction.
August 11th, 2010 at 1:44 pm
I have not had a cig in over a year. The most terrible part relating to quiting smoking is the very first few weeks. Fortunetly for me that stuff were short lived and things got easier every day as a result of the e cigarette. Please do not quit. Just keep trying and you are likely to become successful once and for all.